Jumlah Ponsel Kian Bertambah, Persentase Daur Ulang Masih Kecil 0
Jumat, 3 Sep '10 11:52
Sudah berapa miliar unit ponsel yang kini beredar di pasaran di seluruh dunia? Pada tahun 2002, hanya 15% populasi penduduk dunia yang membawa ponsel, namun delapan tahun berselang kini jumlahnya mencapai lebih dari 60%.
Tebak berapa jumlah pelanggan seluler yang aktif saat ini di seluruh dunia? Bayangkan jumlahnya 5 miliar ponsel yang aktif dari 6.8 miliar populasi penduduk. Sebanyak 75% pelanggan seluler berada di negara berkembang. Jadi sekitar 60 persen dari penduduk dunia memiliki ponsel. Tentu saja jumlah ini kian meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Sekarang saja para vendor sedang gencar berlomba-lomba mengeluarkan ponsel terbaru bersistem Android. Tahun depan mungkin saja ponsel-ponsel berplatform Windows Phone menyeruak ke pasar. Belum lagi ponsel berplatform lain seperti BlackBerry OS, Apple ios, Samsung Bada, Nokia Symbian, Meego, dan mungkin akan muncul lagi sistem baru. Nah, bisa dibayangkan bumi kita kian sesak dengan aneka jenis telepon seluler.
Tak bisa dipungkiri jika ponsel kini menjadi salah satu kebutuhan komunikasi utama. Orang tak lagi memiliki satu jenis ponsel saja, bahkan ada yang menenteng hingga tiga macam ponsel sekaligus. Hidup tanpa ponsel membuat kita seakan terasing, un hombre incognito :).
Lantas kemana larinya ponsel-ponsel lama atau yang sudah rusak? Beberapa produsen memang memiliki program daur ulang dan mengembangkan ponsel ramah lingkungan, namun tidak sedikit yang masih tidak peduli lingkungan. Mereka masih menggunakan bahan-bahan baku berbahaya yang mengancam kesehatan pengguna dan keselamatan bumi. Bahkan Tak sedikit pula produsen yang tidak memiliki kebijakan untuk mendaur ulang produknya. Ibarat kata hanya "jual.... jual... dan jual..."
Menurut data yang saya kumpulkan dari International Data Corporation (IDC), ternyata program daur ulang ponsel terbilang sangat rendah, sekitar 10% yang berjalan. Memprihatinkan bukan? IDC menggunakan lima kriteria untuk melakukan penilaian terhadap produsen ponsel yang mendukung "bumi hijau". Kelima kriteria tersebut meliputi pengepakan, material, energi, end-of-life program, dan keseluruhan ketahanan. Plus 20 sub-kriteria untuk meranking 10 produsen peranti mobile yang mendukung penyelamatan bumi.
Ada lima produsen peranti mobile yang memiliki praktik dan kebijakan ramah lingkungan yang berkelanjutan, meliputi Apple, LG, Nokia, Samsung, dan Sony Ericsson.
Apple
Perusahaannya Steve Jobs ini mendaurulang produknya hingga 95% di negara-negara dimana produknya terjual, merliputi Amerika Serikat, India, China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Selandia Baru, Korea, dan Australia. Apple merupakan salah satu pelopor yang mengembangkan teknologi hijau ramah lingkungan.
LG
LG mengembangkan manajemen power dengan memanfaatkan teknologi sinar matahari. Produk yang telah dibuat di antaranya solar charger untuk menggantikan charger listrik. Produsen elektronik asal Korea Selatan ini juga terus mengembangkan produk dengan bahan baku alam yang dalat di daur ulang, termasuk di dalamnya sasis ponsel.
Nokia
Nokia merupakan salah satu produsen yang cukup gencar mendukung dan menekankan proses daur ulang. Sebanyak 65% - 80% persen peranti Nokia apapun dapat didaur ulang. Plastik misalnya, akan dihancirkan dan digunakan sebagai tenaga untuk proses recycle.
Samsung
Samsung dinilai bagus dalam pengurangan materia berbahaya. Kini seluruh model ponsel Samsung bebas bahan baku BFR yang telah diterapkan sejak 1 Januari 2009. Selain itu juga bebas PVC sejak 1 Juli 2009. Samsung menargetkan 31 Desember 2012, seluruh produk ponsel bebas dari phthalates, beryllium, brominated compounds, dan antimony trioxide.
Sony Ericsson
Sony Ericsson telah meningkatkan proses pengepakan atau packaging agar lebih ramah lingkungan. Kotak bungkus ponsel barunya kini dibikin lebih ringan sehingga menghemat 80% bisa mengurangi emisi CO2 ketika Didistribusikan, apabila dibanding dengan boks standar. Sony Ericsson juga menggantikan buku manual kertas dengan panduan elektronik. Langkah ini menghemat 350 ton kertas untuk 1 juta unit ponsel, yang setara dengan 13.000 pohon dan 7.500 meter kubik air. Sebuah langkah cerdas dan patut dipuji.
Untuk membuat ranking tersebut IDC menggunakan data dari sumber yang dapat dipercaya di tiap-tiap pabrikan, berikut data penilaian pihak ketika seperti ENERGY STAR dan kelompok pecinta lingkungan Greenpeace.
Sumber: IDC, Greenpeace, internet
Tag: ponsel, daur ulang, idc, green
Terkait:
-
Gadget Menarik untuk Kado
Senin, 19 Des '11 18:03 -
55 Hari: 3 Juta Unit Samsung Galaxy S II Terjual
Selasa, 5 Jul '11 18:50 -
Ponsel Sony Ericsson Txt Pro, Khusus untuk Jejaring Sosial
Sabtu, 11 Jun '11 11:37

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat